Alhamdulillah, 2 garis

Dulu waktu awal-awal saya nikah dan pindah ke kota ini, sebetulnya udah ada niat untuk lanjutin kuliah lagi. Tapi dasar sayanya aja yang suka nunda-nunda dengan alasan masih pengen seneng-seneng dan masih males mikir akhirnya sampai brojol anak 2 dan satu persatu temen saya lulus magisternya, saya masih begini-begini aja dan cuma bisa gigit jari.

Daan ternyata rasanya jauh lebih gampang ninggalin anak untuk kuliah waktu masih bayi atau kecil ya.. Mungkin karena belum bisa protes atau diungkapkan dengan kata-kata perihal keberatannya kita tinggal-tinggal selain untuk kerja. Bayangin aja,,sekarang kalau Edel saya tinggal kuliah aja udah bisa bilang “bunda ga usah pergi, edel kan kangen sama bunda”

jleb banget ga sih? beneran deh… If I could i would turn back the time (eh, lirik lagunya siapa yah ini?)

Tapi ya sudahlah ya ga ada gunanya juga menyesal karena penyesalan itu emang selalu ada di akhir, kalau diawal namanya pendaftaran (sounds familiar? :p) Cuma sayang aja rasanya, kalau saya dulu langsung lanjut magister, mungkin saya bisa ikut percepatan naik pangkat lagi sama kaya pas dari 3 garis putih ke 1 garis kuning 😀

Ngga ada masalah juga sih toh pada akhirnya setelah ngejalanin hari-hari yang sama selama 4 tahun dengan 1 garis, per hari ini saya bisa pakai atribut baru dengan 2 garis.. Alhamdulilah, semoga dengan terpenuhinya hak ini maka kewajiban yang harus dipenuhi bisa dikerjakan dengan semakin baik dan semakin  amanah dengan tanggung jawab yang ada.

Image

Advertisements

6 thoughts on “Alhamdulillah, 2 garis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s