Berani (menyimpan) Mimpi

Awalnya karena sering ikut kegiatan pramuka waktu SMP yang anggota dan alumninya sering pergi camping ke gunung dan travelling, sampai sekarang saya masih kebawa-bawa cinta aroma gunung. Sampai akhirnya nikah dan punya anak, saya kira ga bakal lagi bisa naik gunung lagi karena suami saya bukan pecinta kegiatan outdoor. suami saya lebih seneng diam dirumah nonton bola atau bahas hot issue tentang politik atau pemerintahan yang saya ngga suka :p

Sampai akhirnya beberapa bulan lalu keinginan naik gunung itu tiba-tiba muncul lagi dan terus membayangi pikiran dan hari-hari saya. Sambil nyetrika cucian 2 keranjang, izin pun saya lontarkan ke suami tapi sayang reaksi suami masih sama, ga penting sih naik-naik gunung!!! oh maaannnn…. 😦

Terus nyerah? ngga dong.. saya malah rajin latihan fisik dan nyiapin beberapa perlengkapan yang mau dipake untuk naik gunung. Loh kan ga diizinin? hehehe…saya tau sih keinginan saya rada maksa dan saya tau suami ga bakal tega ngelarang saya yang kalau keinginannya udah di ubun-ubun ini ga terlaksana bisa “meledak”. Jadi mungkin daripada ada prahara dan gonjang ganjing plus males direcokin terus, beliau ikhlaskan juga saya dan segala persiapannya.

So, here i am…

siapa sangka akhirnya bisa mengunjungi semeru 🙂

Perjalanan ke semeru dimulai dari malang karena saya harus ke tempat penyewaan perlengkapan camping dulu di jalan Ciliwung. Disini (ciliwung camp) lumayan lengkap perlengkapannya cuma karena posisinya ditengah kota jadi ya rada muter-muter juga untuk ambil dan kembaliin barangnya. Untuk yang domisilinya di malang sih recommended lah karena mas-mas yang punyanya juga ramah dan baik, helpfull juga . Untuk yang ga mau mampir-mampir di malang, di ranupane juga ada kok tempat penyewaan perlengkapan campingnya cuma mungkin harganya sedikit lebih mahal dibanding disini. Saran saya, kalau sekiranya emang punya perlengkapan sendiri, mending bawa sendiri karena kita kan ga tau detil kondisi barang yang disewakan belum lagi harus super hati-hati supaya barang sewaan ga rusak supaya ga kena denda ganti rugi. Ini pengalaman karena temen saya sebetulnya punya perlengkapan sendiri kaya tenda, trangia, dll.. cuma karena males bawa sendiri akhirnya kita sewa 😀 kalau mau coba bisa langsung cek websitenya atau liat brosur dibawah

brosure-7-AGUSTUS-2014-KCL

Dari malang perjalanan dilanjut ke Tumpang, bisa naik angkot eceran atau carter angkot sekalian kalau yang pada turun di stasiun, biasanya banyak kok barengannya di stasiun malang. Saya sendiri carter angkot langganan dari tempat rentalnya, nama supirnya pak Supandi siap dihubungi kapan aja untuk anter jemput dalam kota atau antar ke Tumpang, nomer handphonenya 0857-9088-7866.

Di pos ini kita didata untuk penyewaan jipnya, jadi sekali berangkat 15-17 orang dengan biaya Rp.35.000/orang atau kalau pas ga ada rombongannya, biaya jip jadi Rp.550.000 sekali jalan. Di pos ini juga sekalian disuruh isi surat pernyataan sama ngelist barang bawaan yang nantinya difotokopi 2 rangkap setelah ditanda tangan diatas materai untuk diserahin di pos perizinan Ranupani. Buat yang masih belum beli-beli bahan makanan atau cemilan atau perlengkapan apapun, pos ini sebelahan sama pasar jadi ga usah khawatir karena semua bisa dibeli disini sambil nunggu rombongan jip lengkap untuk berangkat. Perjalanan dari Tumpang ke Ranupani itu sendiri sekitar 1,5 jam dengan jalanan yang lumayan nanjak, terus kemarin supirnya berhenti sebentar di pos dalkarhut jemblang supaya kita bisa foto-foto dengan background gunung bromo 🙂

Kemarin kita sampai di pos Ranupani udah jam 3 sore, walaupun dikasih saran sama yang jaga pos (pak ingot) untuk naik besok paginya tapi karena beberapa pertimbangan akhirnya kita tetep mau naik sore itu juga tapi nunggu dapet porter yang dicariin sama pak ingot juga. Disini kita serahin surat pernyataan yang udah kita isi di Tumpang tadi dan surat keterangan berbadan sehat yang udah disiapin sebelumnya sama bayar biaya tarif masuk kawasan TNBTS. Biaya ini dihitung perorang perhari maksimal 3 hari pendakian, jadi hitung aja sendiri biayanya tergantung weekend atau weekday. Untuk yang mau booking naik ke semeru bisa lewat pak ingot ini di nomer telepon 0828-3414-683, baik banget ni bapaknya..batak yang njawa sekali 🙂 oh ya setiap pendaki yang mau naik atau baru turun harus lapor di pos perizinan ini. Pos buka dari jam 8 pagi dan tutup jam 4 sore, jadi setelah jam 4 ga bisa daftar lagi dan harus tunggu besok paginya lagi.

Akhirnya kita mulai jalan jam 4 sore, cukup teduh tapi tetap berdebu. Jadi untuk kenyamanan, mendingan pake masker atau ruff/buff atau syal apapun deh untuk nutupin hidung.

bersambung kesana…

Advertisements

4 thoughts on “Berani (menyimpan) Mimpi

  1. Pingback: Ranukumbolo I’m In Love | Keluarga Pondok Empat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s