[paspor] 24 halaman atau 48 halaman?

Untuk orang-orang yang terbiasa pulang pergi ke luar negeri, mungkin pilihan jumlah halaman paspor ini ga jadi masalah ya karena otomatis biasanya akan langsung pilih yang 48 halaman supaya ga musti bolak balik ganti paspor karena halamannya penuh. Tapi gimana dengan pemohon yang emang jarang banget travelling keluar negeri dan belum tentu keluar negeri dalam jangka waktu 5 tahun itu? menurut hemat saya sih ambil aja pilihan yang 24 halaman karena biaya yang harus dikeluarin lebih hemat πŸ˜€

Walaupun sekarang ini sebagai pemegang paspor 24 halaman masih ada kekhawatiran akan muncul masalah kemudahan proses imigrasi atau izin masuk/visa ke negara lain. Hal ini juga pernah saya baca di situs LAPOR! yang intinya pemohon sempat merasa dipersulit mengenai paspor 24 halaman ini. Untungnya keluhan ini langsung ditanggapi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Berikut saya kutip jawabannya ya :

β€œ1. Menurut Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi nomor F.458.IZ.03.02 tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI), disebutkan bahwa: β€œpaspor biasa terdiri dari 48 halaman untuk WNI masa berlaku 5 tahun dan paspor biasa terdiri dari 24 halaman untuk WNI khusus untuk keperluan umroh atau untuk para TKI di luar negeri dan untuk keperluan tugas tertentu ke luar negeri masa berlaku 3 tahun”;

2. Hal tersebut dikuatkan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: F-IZ.03.10-229 tanggal 30 Januari 2007 tentang Pemberian SPRI 24 halaman kepada calon TKI, yang pada pokoknya menjelaskan:

a. Agar pemberian SPRI 24 halaman hanya diberikan kepada Calon TKI (dst),

b. Kepada WNI non calon TKI/masyarakat umum pada prinsipnya tidak boleh diberikan SPRI 24 halaman, kecuali dalam keadaan mendesak (sakit yang perlu perawat segera) atau karena persediaan blanko SPRI 48 halaman habis (dst).

3. Berdasarkan dasar-dasar sebagaimana tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa pada awalnya peruntukkan paspor 24 halaman diberikan khusus untuk keperluan umroh atau untuk para TKI di luar negeri dan untuk keperluan tugas tertentu ke luar negeri, yang kemudian direvisi pada tahun 2007 bahwa paspor 24 halaman hanya diperuntukkan untuk WNI yang akan bekerja di luar negeri sebagai TKI.

4. Seiring dengan perkembangan sistem serta teknologi pengamanan Surat Perjalanan (Paspor) Republik Indonesia, di mana Paspor 24 halaman maupun Paspor 48 halaman memiliki standar security features (fitur-fitur pengamanan) yang sama maka kebijakan tersebut direvisi dengan dikeluarkannya surat Nomor: IMI.2-GR.04.02-1.568 tertanggal 09 November 2010 yang ditandatangani oleh Bapak Djoni Muhammad, Direktur Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian a/n Direktur Jenderal Imigrasi;

5. Surat tersebut merupakan Penegasan Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI.1040.GR.01.01 Tahun 2010 tentang Perubahan Kelima atas Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-458.IZ.02.03 Tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) yang intinya memberi penegasan terhadap enam hal, yaitu:

a. Paspor biasa yang berisi 24 halaman mempunyai fungsi dan derajat yang sama dengan paspor biasa yang berisi 48 halaman, perbedaan terletak pada fisik jumlah halaman dan tarif PNBP;

b. Paspor biasa yang berisi 48 halaman dapat diberikan kepada tenaga kerja Indonesia (TKI);

c. Masa berlaku paspor biasa yang berisi 24 halaman yang semula 3 tahun menjadi 5 tahun (sama dengan Paspor 48 halaman);

d. Masa berlaku Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang berisi 16 halaman yang semula berlaku 3 tahun menjadi 1 tahun;

e. Akan diterbitkan SPLP berbentuk lembaran dan dapat diberikan secara kolektif dengan masa berlaku paling lama 1 tahun dan hanya dipergunakan untuk perjalanan kembali ke wilayah Republik Indonesia;

f. Pembebasan biaya bagi TKI yang pertama kali bekerja di luar negeri diberikan paspor biasa berisi 24 halaman, jika menghendaki Paspor biasa yang berisi 48 halaman, maka dikenakan pembayaran biaya sesuai tarif PNBP yang berlaku bagi paspor 48 halaman.

6. Surat beserta Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi No. IMI.1040.GR.01.01 Tahun 2010 yang menegaskan bahwa Paspor 24 dan 48 halaman memiliki derajat yang sama sebagaimana tersebut di atas, menjadi dasar yang valid hingga saat ini;

7. Surat beserta Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi tersebut di atas sudah disosialisasikan ke kantor-kantor Imigrasi seluruh Indonesia serta atase-atase imigrasi pada Perwakilan Luar Negeri, sehingga aturan ini seharusnya sudah diketahui dan dipahami oleh Pejabat dan Petugas Imigrasi di manapun berada;

8. Dikarenakan aturan-aturan sebelumnya, memang masih ada stigma di masyarakat bahwa Paspor 24 halaman adalah untuk Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri.

9. Stereotyping bahwa pemegang Paspor RI 24 halaman adalah TKI/Calon TKI ternyata juga berlaku pada Kedutaan-kedutaan Besar Negara lain, sehingga muncul kasus-kasus di mana WNI pemegang Paspor 24 halaman diperlakukan berbeda bahkan ditolak permohonan visa luar negeri oleh Pihak Kedutaan beberapa Negara (Negara Malaysia, Amerika Serikat, Australia serta Negara-negara Eropa) karena dianggap sebagai TKI/Calon TKI;

10. Guna mengantisipasi hal tersebut, Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengirimkan surat ke Kementerian Luar negeri, up. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler cq. Direktur Konsuler agar dapat menyampaikan sosialisasi kepada Kedutaan-kedutaan Besar Negara-negara tersebut terkait samanya standar fitur-fitur pengamanan (security features) serta derajat Paspor RI 24 halaman dengan 48 halaman – namun hal tersebut nampaknya masih belum tersosialisasi dengan baik, mengingat hingga saat ini masih ada perwakilan negara lain yang menolak permohona visa bagi WNI pemegang Paspor 24 halaman;

11. Kecenderungan tersebut kadang menjadi kendala ketika petugas Imigrasi menerima permohonan Paspor 24 halaman, petugas kerap memberikan informasi/peringatan bahwa ada kemungkinan munculnya masalah ketika digunakan karena masih adanya stereotyping tersebut – hal ini acapkali disalahartikan sebagai upaya mempersulit permohonan paspor 24, padahal maksud dan tujuan petugas adalah demi kepentingan pemohon, karena dengan paspor 48 halaman, permasalahan-permasalahan yang mungkin muncul dapat dihindarkan;

12. Guna kembali menegaskan hal tersebut Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi – Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia akan mengirimkan surat edaran kepada Kantor-kantor Wilayah serta Kantor-kantor Imigrasi. Surat yang sama juga akan kami kirimkan kembali ke Pihak Kementerian Luar Negeri agar dapat disosialisasikan kepada Perwakilan-perwakilan Negara lain;

13. Hal ini juga akan kami publish pada website Direktorat Jenderal Imigrasi – Kementerian Hukum dan HAM serta kami sebarluarkan melalui jaringan β€˜portal’ yang terhubung ke seluruh kantor-kantor serta tempat-tempat pemeriksaan imigrasi.”

Nah begitu kira-kira gambaran tentang paspor 24 halaman dan 48 halaman. Pilihannya balik lagi ke pemohon, tinggal disesuaikan aja dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Saat ini sih katanya udah mulai ada wacana untuk penghapusan paspor 24 halaman, tinggal tunggu aja direalisasikan atau hanya sekedar wacana πŸ™‚

Happy travelling everyone!!!

Untitled

Advertisements

18 thoughts on “[paspor] 24 halaman atau 48 halaman?

    • Ngga kok mbak, baru sekedar omongan ajaa..mungkin kepikirannya karena stigma yg terlanjur melekat di beberapa negara ttg paspor 24 hlm ini kali ya, kaya Arab Saudi yg kayanya ga mau kasih visa umrah untuk paspor 24 ini. Terus malaysia sama singapura juga kadang masih selektif banget untuk masukin wni dengan 24 hlm.

  1. Hai Azita..(eh ini betul namamu kan..?)
    Salam kenal.. Makasih sudah follow blog saya.. Udah follow balik tuh.. Suka sama blog-mu.. Apalagi kalo tentang keimigrasian dan kehidupan di Kalimantan.., masih tinggal di sana kan?
    Salam – Emmy

    • Halo mbak emmy, makasih ya.. Maaf saya malah belum nyapa di crossing border padahal udah mau tamat bacanya πŸ˜€

      Iya saya masih di banjarbaru kalsel ini, pengen juga sekali2 jalan2 ke kaltim

      • Gak apa-apa siapa aja yg sempet duluan nyapa..:mrgreen: Makasih loh sudah baca-baca ocehanku😄 Suamiku dulu pernah ke Kalsel, ke daerah pertambangan yg namanya Satui.. Kalo aku sih seputar kaltim aja.. Aslinya kamu dari Jawa kah?

      • Iya mbak, aku aslinya bandung tapi sejak nikah minta mutasi kesini. Mudah2an sih bisa bertahan untuk waktu lebih lama lagi πŸ˜€
        Btw.. Aku udah 4 tahun lebih disini malah belum pernah ke satui loh..hehe

      • Wah urang Sunda atuh..😄 Saya aslinya orang Cianjur dan di Bandung dulu kuliah di Unpad.. Seru dong bisa kerja di luar Pulau Jawa.., kalo menurutku sih lebih tenang, gak terlalu banyak orang.. Makanya aku betah di kaltim..

      • Seru sih mbak tapi kalau udah mulai kangen dengan kuliner atau tempat2 penuh kenangan di bandung mewek iuga…hahaha..
        Aku sempet juga kuliah di upi tapi cuma 3 semester sebelum akhirnya pindah pendidikan ke jakarta.

        Kalau di kaltim dulu, tempat tinggal mbak mungkin kaya di freeport ya yang khusus 1 kawasan gitu? Asik banget ya

      • Oh gitu toh.. Jadi udah brp lama dinas di Imigrasi..? Pasti banyak pengalaman seru ya..
        Aku tinggal di Sangatta, Kab. Kutai Timur.. Dan tinggalnya di kompleks perusahaan yg model freeport gitu.. Enak pastinya.., makanya aku betah..biarpun sepi.. Kebetulan aku orangnya gak suka keramaian..

      • Di imigrasi baru 7 tahun sejak lulus pendidikan mbak. Serunya karena tiap hari ketemu ratusan orang berbeda dengan segala sifatnya..hehe

        Oh ya aku juga betah banget kalo tinggal di lingkungan khusus gitu, tenang, sepi, fasilitas terjamin..hehehe, waktu itu cuma sempet ngerasain sebentar di kawasan freeport.

      • Boleh dong sekali-kali berbagi cerita unik tentang keimigrasian.., tentu sepanjang tidak melanggar kode etik ya..
        Soal tinggal di tempat kayak freeport atau sejenisnya kayak tempatku di Sangatta.., banyak loh yg gak betah karena lebih suka suasana kota, padahal di camp itu sudah disediakan segala macam…

  2. Mbak Azita, tolong info nya donk. Saya mau bikin passport buat babysitter anak saya. Apakah bs lewat online? Ada dokumen2 tambahan yg diperlukan tidak? Babysitter bukan org jkt. Dia org lampung. Thx ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s