Hawaii itu [bukan] di Vietnam

-sebelum tulisan ini mengendap terlalu lama di draft, mari kita eksekusi-

Waktu pertama kali saya dihubungi teman saya dan dikasih tau untuk siap-siap berangkat ke Hanoi, pikiran saya pertama kali Cuma “wow..jauh banget ke Hanoi! Tapi gapapa..kan pantainya bagus-bagus dan banyak gadis cantik nari hula-hula pakai rok rumbai-rumbai” tapi beberapa detik kemudian saya baru sadar kalau yang ada di pikiran saya saat itu adalah Hawaii sedangkan Hanoi adalah sebuah kota di utara Vietnam  :p

Pikiran berikutnya adalah izin suami, yang Alhamdulillah ga banyak rewel dan saya pun direstui untuk pergi selama 3 minggu. Menjelang keberangkatan ke Hanoi, malah saya yang mellow karena ini pertama kalinya saya ninggalin anak-anak untuk waktu yang cukup lama. Biasanya Cuma 2-3 hari dan paling lama 1 minggu. Untuk persiapan sebelum berangkat, saya sounding ke anak-anak kalau saya mau pergi ke Hanoi dan saya print peta yang nunjukkin posisi Banjarmasin dan Hanoi jadi mereka ada bayangan posisi saya dimana. Selain itu juga saya mulai install Skype di HP saya dan HP suami karena selama ini kita ga pernah pake aplikasi ini untuk komunikasi.

IMG20151011190906

Di hari keberangkatan, saya pakai pesawat paling pagi (sebelumnya dikasih jadwal yang mepet sama penerbangan berikutnya ke Ho Chi Minh city) karena saat itu asap lagi pekat-pekatnya di Banjarbaru, saya ga mau ambil resiko dan akhirnya ganti jadwal penerbangan ke yang paling pagi. Saya baru tau ternyata kalau dari Jakarta, penerbangan ke Hanoi itu hanya 1 kali penerbangan via Ho Chi Minh City. Jadi dari Jakarta saya naik Vietnam Airlines ke Ho Chi Minh City, disini kita harus ambil bagasi dan pindah ke terminal dosmetik. Perpindahan bagasinya lumayan unik karena Cuma ditumpuk aja di satu sudut dan nanti ada petugas yang ngambil untuk dinaikin ke conveyor. Dari bandara Tan Son Nhat lanjut ke Hanoi dengan maskapai yang sama setelah delay kurang lebih 1 jam. Saya mendarat di bandara Noi Bai Hanoi sekitar jam 10 malam. Dari bandara saya naik taksi (direkomendasikan Mai Linh atau Taxi Group) ke Hanoi Daewoo Hotel  di Kim Ma Street selama kurang lebih 30 menit dengan biaya 225000 VND dengan kurs 1 USD = 22.200 VND. Sampai di hotel, check in dan masuk kamar jam 11.30. Badan udah rontok rasanya karena perjalanan saya dimulai dari matahari belum terbit di Banjarbaru dan sampai di Hanoi udah hampir tengah malam.

Beruntung saya dapat kamar yang luas, bagus, bersih dan SENDIRIAN!!! Kalau tante syahroni bilang, I’m Freeeeeeeeee

HANOI

Nanti akan saya lanjut ke cerita hari-hari selama di Hanoi ya

Advertisements

Unit Layanan Paspor (ULP) Barabai

Kalimantan Selatan yang terdiri dari 11 kabupaten dan 2 kota, saat ini memiliki 2 Kantor Imigrasi yaitu Kantor Imigrasi Banjarmasin dan Kantor Imigrasi Batulicin (dahulu Kotabaru). Selama ini semua masyarakat Kalimantan selatan yang mau mengurus permohonan paspor harus datang ke salah satu kantor tersebut. Permasalahannya adalah jarak dari 11 kabupaten dan 2 kota ini saling berjauhan satu sama lain. Seringkali pemohon paspor yang datang ke kantor imigrasi dan ada masalah dengan berkas permohonannya (seperti data tidak sesuai dan lain-lain) jadi merasa perjalanan yang sudah ditempuh sampai 5 jam menjadi sia-sia. Petugas pun tidak dapat berbuat apa-apa karena berkas permohonan yang belum sesuai dengan persyaratan tidak dapat dilanjutkan.

Tetapi semenjak 30 Desember 2015, Kantor Imigrasi Banjarmasin telah melakukan soft launching Unit Layanan Paspor (ULP) Barabai yang tujuan utamanya adalah untuk membantu masyarakat Kalimantan Selatan khususnya di Banua Anam (Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong) agar tidak perlu menempuh perjalanan yang terlalu lama. Lokasi yang dipilih adalah di Barabai dengan pertimbangan kota ini berada di tengah-tengah antara kabupaten lainnya. ULP Barabai ini terletak di jalan H.M Syarkawi dan cukup mudah untuk ditemukan.

Selain itu, ULP ini juga merupakan program quick win dari Menteri Hukum dan HAM RI, sebagai wujud dari “Ayo Kerja” nya Presiden RI, Joko Widodo. “Sesuai nawacita Presiden, dimana negara hadir mendekati masyarakat dengan memberikan layanan “PASTI” “Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovasi”

Hanya saja saat ini ULP Barabai baru bisa melayani permohonan paspor baru dan penggantian habis berlaku atau halaman penuh. Permohonan selain itu, yaitu yang membutuhkan proses pemeriksaan di seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian seperti paspor hilang atau rusak masih tetap harus datang ke Kantor Imigrasi di Landasan Ulin, Banjarbaru.

Untuk itu, kami berharap keberadaan ULP Barabai ini mampu menjawab sebagian permasalahan yang dikeluhkan masyarakat Kalimantan Selatan pada umumnya. Semoga kedepannya pelayanan imigrasi akan selalu semakin baik demi kinerja yang “PASTI”

Kami Ada Gasan Malayani Pian Sabarataan

12510346_10207903221479762_6997344473915959779_n

Kertas ini sengaja saya tempel di board meja kerja supaya kalau pas lagi males atau ngerasa bosen kerja, saya bisa inget saya kerja untuk apa dan untuk siapa…

Semoga di tahun yang baru ini rezekinya makin lancar dan berkah, selalu diberi kesehatan untuk semua dan segalanya tambah menyenangkan untuk urusan apapun. Kenapa menyenangkan?

Yaah seperti motto saya, kehidupan yang menyenangkan, saya bahagia maka keluarga pun bahagia.

Dan resolusi saya yang pertama emang pengen membebaskan mamah dari bpjs. Kita tau bpjs ngebantu banget2 karena sejak mamah pasang ring di jantungnya, mamah ketergantungan obat yang mana emang lumayan merogoh kocek kalau beli sendiri. Tapiiiii mengingat antriannya yang kadang ga manusiawi dan rute birokrasi yang kadang sangat melelahkan untuk dijalani mamah sendirian (karena kami anak2nya diluar bandung semua), maka bolehlah tolong dibantu diaminkan permohonan saya ini….

Dan mungkin selanjutnya adalah.
.
.
.
.
.
.
.
.
Belanja ga perlu liat price tag 😀

View on Path