Never Ending Drama

12936695_1309386005768552_6994367738144075641_n

photo credit : Spirit Science

Dulu waktu saya masih punya anak 1, saya ga kepikiran untuk punya anak kedua walaupun saya punya target pas umur 30 pengen punya anak 3. Dulu saya mikirin kalau saya punya anak lebih dari 1, gimana nanti perasaan anak pertama dan bisakah saya bersikap sama sayang atau perhatiannya. Lalu satu persatu temen saya mulai hamil anak keduanya dan saya yang emang dasarnya gampang kebawa arus akhirnya memutuskan “ok, mungkin ini saatnya” dan muncullah anak kedua.. hehe

Lalu karena saya harus bekerja,  hire orang untuk jaga anak adalah keharusan buat saya (walaupun nyari orang untuk jaga anak ini perjuangannya jatuh bangun juga). Saya lebih nyaman anak didalam rumah daripada dititip ke tempat penitipan walaupun jatuhnya juga jadi lebih mahal. Apakah si mbak sanggup ngurus 2 anak dan rumah sekaligus? Tentu tidak…maka saya harus hire 1 orang lagi yang khusus untuk urusan cuci dan setrika baju. Disinilah awal mulanya drama demi drama dimulai. Ibarat kata perusahaan, saya selaku manager dan mbak-mbak itu adalah pegawainya. Segimanapun saya ngerasa kalau saya udah adil dalam memperlakukan mereka, tapi yang namanya manusia kan ya, siapa sih yang bisa bener-bener adil? Dan kembali lagi ke sifat manusia, siapa sih yang pernah puas?

Dan ternyata hal kaya gini ga cuma ada di level mbak-mbak ART aja.. tapi juga di level kantoran. Back to sifat manusia yang ga mungkin bisa adil dan ga pernah puas, pasti gesekan sama teman kantor bakal ada terus dan selagi kita ga bisa ngontrol tingkat toleransi terhadap sesama pasti bakal ada aja masalahnya.

Dari situ muncullah yang namanya politik adu domba, yang ini ngelaporin itu, yang itu ngelaporin ini, yang sini ngomong ini kesana yang sana ngomong itu kesini..bahkan sampai ngejelekin managernya sendiri…mbulet…lingkaran setan…karena satu sama lain ga mau dipertemukan dalam satu forum untuk dikroscek informasinya, ga mau jujur terbuka dan lebih memilih untuk saling mendiamkan dan lalu melempar isu yang ga jelas kebenarannya lalu berujung saling tuding satu sama lain.

Hey guys…seharusnya sama-sama sadar, cari makan di tempat yang sama..mbok ya’ooo saling menjaga bukannya malah sama-sama buang kotoran di tempat makan sendiri!!!!

.

.

.

.

Jadi,

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kapan pengen punya anak ketiga?

.

.

.

*eh

Advertisements

2 thoughts on “Never Ending Drama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s