Bukan Teman Biasa

Trauma setelah melahirkan pasca SC anak pertama membuat saya berpikir ulang ketika memutuskan untuk memulai program untuk hamil lagi. Namun setelah akhirnya saya hamil, pelan-pelan saya mengikis trauma tersebut sampai akhirnya lahirlah anak kedua.

Sayangnya beberapa saat setelah melahirkan, cobaan berikutnya datang yaitu dengan mendadak berhentinya ART yang biasa membantu dirumah. Dengan kondisi ada 1 balita dan 1 bayi serta kurangnya dukungan inner circle cukup membuat saya kelelahan baik fisik maupun pikiran. Ditambah di minggu awal kelahiran bayi yang harus dirawat di ruang perinatal karena bilirubin yang mencapai angka 21 mengharuskan saya rutin pumping setiap 2 jam tidak peduli pagi, siang ataupun tengah malam.

Stres?
… Pasti …

Nangis?
… Jelas …

Marah?
… Tentu …

Apa yang bisa saya perbuat saat itu selain menerima keadaan? Nothing…

Tapi tahukah kawan… disaat saya merasa sendirian, merasa paling susah, merasa paling merana karena jauh dari keluarga, nun jauh disana ada banyak yang menyemangati saya untuk tetap bertahan dan saling menguatkan. Walaupun sebelumnya kita hanyalah orang lain yang tidak saling mengenal namun dipertemukan didalam satu komunitas yang sama dan merasa cocok satu sama lain walau sering juga berseberangan pendapat.

Kita semua memang tersebar di berbagai kota dan bahkan saya belum bertemu dengan sebagian besar dari mereka. Tapi hangatnya hati dan tulusnya persaudaraan yang ditawarkan membuat saya tidak pernah merasa sendiri. Sampai akhirnya hari ini tidak terasa sudah 3 tahun lebih kita menghabiskan waktu bersama. Ya! 3 tahun bersama yang setiap harinya diisi dengan obrolan yang tidak pernah kehabisan topik untuk dibahas. Mulai dari urusan anak, dapur, fashion terbaru, informasi diskon apa dimana dan segala tetek bengek lainnya.

Tidak salah jika tahun ini saya sempatkan hadir di event 3rd birthday bash anak-anak kami di Bogor bulan lalu. We were having so much fun! Saya ga menyesal sudah jauh-jauh datang karena akhirnya saya bisa bertemu lagi dengan teman-teman dan keluarga hebat yang selama ini hanya bisa komunikasi lewat aplikasi chatting.

Tanpa mereka, mungkin saya tidak bisa melewati saat-saat berat waktu itu.
Dan tanpa mereka, hidup saya saat ini mungkin tidak akan sama.

So that’s why I called them family ☺

Thank you TUM March+2013 Birth Club, you rock!!!!

Dan untuk mom to be diluar sana, even we know that every mom and family has their own battle, but support group is a must!

Thank you so much mama melati yang udah jadi superb  host, pelukcium!!!

Artikel lengkap tentang serunya acara ulang tahun March+2013 bisa dilihat disini, blognya mama melati as a host 🙂

 

Advertisements

7 thoughts on “Bukan Teman Biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s