Karena kami bukan Alice Cullen

Maraknya kasus TKI unprosedural belakangan ini, membuat saya jadi mengingat masa-masa waktu dulu saya masih di bagian wawancara. Sebetulnya masalah ini bukan masalah baru, karena dari dulu pun kita sudah aware dengan yang namanya TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) ataupun niat-niat tersembunyi dari para calon pencari kerja secara illegal.  Kalau di wilayah sini, rata-rata alasan yang dipakai adalah umrah karena animo masyarakat kalsel untuk umrah memang sangat tinggi. Apalagi untuk pergi haji, saat ini antriannya sudah puluhan tahun. Jadi masyarakat disini sudah sangat paham dengan yang namanya UMRAH TURIS.

Jangan bayangkan umrah turis itu seperti umrah plus plus model sekarang yang sekalian jalan-jalan ke turkey dll itu.. umrah turis itu artinya, mereka pergi umrah (dengan visa resmi) lalu kemudian mereka tidak pulang lagi ke tanah air seselesainya mereka umrah, tapi kemudian tinggal disana sambil menunggu musim haji (yang mana sebagian besarnya akan bekerja sambil menunggu itu). Memang sedikit sulit untuk menyalahkan para pelaku umrah turis ini karena bisa saja memang pengetahuannya yang kurang atau memang sudah tahu aturannya tapi tidak punya pilihan lain tanpa sadar pilihannya itu membuat nama negara ini sedikit tercoreng. Toh pada saat ada yang terkena masalah di luar negeri dan ternyata adalah illegal stay-er, yang repot juga pemerintah negara kita sendiri. Untungnya saat ini memang umrah turis tidak bisa dilakukan lagi. Tapi yang namanya orang berusaha, selalu mencari jalan.. tidak bisa disalahkan juga kalau banyak yang berkedok umrah, melanjutkan sekolah atau wisata padahal aslinya mau bekerja.

Sedikit ganjalan di hati saya, kenapa mereka mencoba jalan belakang? Apakah sangat susah untuk lewat “pintu depan”? dalam artian mengurus perizinan kerja secara resmi melalui BNP2TKI. Karena menurut hemat saya (yang memang malas berpikir rumit), kerja secara resmi kan juga menguntungkan untuk diri sendiri dan keluarga yang ditinggalkan (incase sesuatu terjadi di negara tujuan). Kalau memang sulit, mungkin ada kebijakan-kebijakan yang harus ditinjau ulang oleh instansi terkait. Tapi kalau sekiranya kebijakan yang ada sudah paling mudah, tinggal bagaimana kitanya saja menyikapinya.

Jadi mohon kerjasamanya juga untuk semua (yes.. I mean semua orang) yang kebetulan membaca ini ataupun mengenal orang yang memang mau bekerja ke luar negeri secara illegal (saya tau diluar sana banyak tawaran pekerjaan di bidang pekerjaan kasar yang menggiurkan), tolooong sekali orangnya diedukasi agar berpikir ulang mengenai baik buruknya. Dan juga efeknya terhadap kami para petugas imigrasi yang harus mempertimbangkan tentang kelayakan pemberian paspor terhadap yang bersangkutan dan juga mempertimbangkan keberangkatan seseorang di bandara.

Karenaaaa kami semua ini hanya petugas imigrasi,

yang jika sudah maksimal meminta bukti,

bahwa pemohon tidak akan secara illegal bekerja diluar negeri,

pada akhirnya hanya mengandalkan intuisi…

Kami bukanlah Alice Cullen dari serial Twilight yang bisa menerawang masa depan para pemohon paspor, yang bisa melihat nasib seseorang ini akan bagaimana jika kami berikan paspornya. Jadi, kalau teman-teman merasa masih didalam usia produktif bekerja dan akan membuat paspor, jangan  tersinggung dan mohon dimengerti kalau semisal diminta persyaratan tambahan seperti surat keterangan bekerja, surat jaminan, surat izin orang tua, surat sponsor atau data dukung lainnya yang bisa membuat kami yakin kalau teman-teman memang hanya akan pergi keluar negeri untuk berwisata (misalnya). Tolong bantu kami, kami pun akan membantu anda…

Kalau bersih, kenapa risih?

 

 

#eh

#udahlewatyapilkadanya

#yamaap

#justmytwocent

 

18033050_10212110443337679_3869249670817353807_n

Advertisements

4 thoughts on “Karena kami bukan Alice Cullen

  1. Wow..menarik sekali tulisannya..👍 Tapi ngomong-ngomong aku baru ngeh siapa itu Alice Cullen..hahaha😄 *bukan fans film.. Kebetulan di Australia sini lagi membahas kebijakan baru pekerja asing.. Pemerintah Australia baru saja mencabut satu tipe visa, kemudian menerbitkan tipe visa kerja baru yg jauh lebih ketat persyaratannya karena mungkin banyak pelanggaran, selain utk melindungi pasar tenaga kerja Australia itu sendiri..

    • Nah itulah mbak emmy.. Aku pun setujunya begitu. Tapi apa daya, pemerintah kan malah memperbanyak negara2 bebas visa untuk masuk ke ind. Yang ujung2nya pun banyak bermasalah karena penyalahgunaan, tapi yah gimana ya… Suka ngga suka, namanya kebijakan pemerintah harus diikutin aja. Heuheu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s