Mendingan kemana? 

Udah 2 kali dalam rentang waktu 10 tahun terakhir ini saya selalu bikin penggantian paspor di tanggal lahir saya.  Supaya cantik aja gitu keliatannya di paspornya berderet2 tanggalnya sama 😂 

Tapi untuk rencana ketiga kalinya,  saya gagal! Karena mama saya mendadak mau pergi dan saya ga percaya ngelepas mama sendirian takut kenapa2 -> paranoid daughter. Sedangkan paspor saya masa berlakunya sisa 5 bulan lagi.. Huhuhu sedih deh,  dan ini juga sempet ada perdebatan dengan temen saya karena saya dapet nomor paspor dengan akhiran 666. Katanya sebaiknya saya ganti aja,  tapi yah… Saya pikir gapapa lah.  

Jadi rencana awalnya mama saya mau ngajak ke korea. Walaupun saya ingin banget,  tapi saya tolak karena pasti kalau ke korea perlu lebih banyak persiapan dan tentunya lebih banyak uang yang rada susah kalau waktunya mepet gini. Jadi sekarang saya lagi mengalihkan pikiran mama supaya mau belok aja ke malaysia atau ke thailand karena intinya mama saya lagi perlu liburan aja. Saya sih belum pernah juga kesana,  modal nekat aja. Karena apa jadinya saya yang tukang nyasar ini nemenin mama yang ga tau apa2 juga 😅 lihat nanti deh ya jadinya kemana dan gimana. Sekarang masih lihat2 harga tiketnya. Dan saya juga masih mau ngubek2 tulisan temen2 yang pernah kesana. Ada rekomendasi? 

 

Advertisements

Karena kami bukan Alice Cullen

Maraknya kasus TKI unprosedural belakangan ini, membuat saya jadi mengingat masa-masa waktu dulu saya masih di bagian wawancara. Sebetulnya masalah ini bukan masalah baru, karena dari dulu pun kita sudah aware dengan yang namanya TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) ataupun niat-niat tersembunyi dari para calon pencari kerja secara illegal.  Kalau di wilayah sini, rata-rata alasan yang dipakai adalah umrah karena animo masyarakat kalsel untuk umrah memang sangat tinggi. Apalagi untuk pergi haji, saat ini antriannya sudah puluhan tahun. Jadi masyarakat disini sudah sangat paham dengan yang namanya UMRAH TURIS.

Jangan bayangkan umrah turis itu seperti umrah plus plus model sekarang yang sekalian jalan-jalan ke turkey dll itu.. umrah turis itu artinya, mereka pergi umrah (dengan visa resmi) lalu kemudian mereka tidak pulang lagi ke tanah air seselesainya mereka umrah, tapi kemudian tinggal disana sambil menunggu musim haji (yang mana sebagian besarnya akan bekerja sambil menunggu itu). Memang sedikit sulit untuk menyalahkan para pelaku umrah turis ini karena bisa saja memang pengetahuannya yang kurang atau memang sudah tahu aturannya tapi tidak punya pilihan lain tanpa sadar pilihannya itu membuat nama negara ini sedikit tercoreng. Toh pada saat ada yang terkena masalah di luar negeri dan ternyata adalah illegal stay-er, yang repot juga pemerintah negara kita sendiri. Untungnya saat ini memang umrah turis tidak bisa dilakukan lagi. Tapi yang namanya orang berusaha, selalu mencari jalan.. tidak bisa disalahkan juga kalau banyak yang berkedok umrah, melanjutkan sekolah atau wisata padahal aslinya mau bekerja.

Sedikit ganjalan di hati saya, kenapa mereka mencoba jalan belakang? Apakah sangat susah untuk lewat “pintu depan”? dalam artian mengurus perizinan kerja secara resmi melalui BNP2TKI. Karena menurut hemat saya (yang memang malas berpikir rumit), kerja secara resmi kan juga menguntungkan untuk diri sendiri dan keluarga yang ditinggalkan (incase sesuatu terjadi di negara tujuan). Kalau memang sulit, mungkin ada kebijakan-kebijakan yang harus ditinjau ulang oleh instansi terkait. Tapi kalau sekiranya kebijakan yang ada sudah paling mudah, tinggal bagaimana kitanya saja menyikapinya.

Jadi mohon kerjasamanya juga untuk semua (yes.. I mean semua orang) yang kebetulan membaca ini ataupun mengenal orang yang memang mau bekerja ke luar negeri secara illegal (saya tau diluar sana banyak tawaran pekerjaan di bidang pekerjaan kasar yang menggiurkan), tolooong sekali orangnya diedukasi agar berpikir ulang mengenai baik buruknya. Dan juga efeknya terhadap kami para petugas imigrasi yang harus mempertimbangkan tentang kelayakan pemberian paspor terhadap yang bersangkutan dan juga mempertimbangkan keberangkatan seseorang di bandara.

Karenaaaa kami semua ini hanya petugas imigrasi,

yang jika sudah maksimal meminta bukti,

bahwa pemohon tidak akan secara illegal bekerja diluar negeri,

pada akhirnya hanya mengandalkan intuisi…

Kami bukanlah Alice Cullen dari serial Twilight yang bisa menerawang masa depan para pemohon paspor, yang bisa melihat nasib seseorang ini akan bagaimana jika kami berikan paspornya. Jadi, kalau teman-teman merasa masih didalam usia produktif bekerja dan akan membuat paspor, jangan  tersinggung dan mohon dimengerti kalau semisal diminta persyaratan tambahan seperti surat keterangan bekerja, surat jaminan, surat izin orang tua, surat sponsor atau data dukung lainnya yang bisa membuat kami yakin kalau teman-teman memang hanya akan pergi keluar negeri untuk berwisata (misalnya). Tolong bantu kami, kami pun akan membantu anda…

Kalau bersih, kenapa risih?

 

 

#eh

#udahlewatyapilkadanya

#yamaap

#justmytwocent

 

18033050_10212110443337679_3869249670817353807_n

Penyelesaian Paspor Jemaah Calon Haji 2016

Dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji tahun 2016, Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin memberikan layanan penyelesaian paspor bagi jemaah calon haji yang belum memiliki paspor atau paspor yang sudah habis masa berlakunya. Untuk tahun 2016, rencana paspor yang akan diselesaikan adalah sebanyak 1651 pemohon dari 2 kota dan 9 kabupaten. Pelaksanaan foto dan wawancara paspor ini dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin Km.22 Landasan Ulin pada hari kerja dan juga hari Sabtu dan Minggu serta di Unit Layanan Paspor (ULP) Barabai Hulu Sungai Tengah pada hari kerja.

Bagi jemaah calon haji yang telah memiliki paspor dan  masih berlaku namun nama di paspornya hanya 2 kata, cukup melakukan penambahan nama dan tidak perlu mengganti dengan paspor yang baru. Dengan sistem seperti ini diharapkan sebelum memasuki bulan ramadhan, seluruh permohonan paspor jemaah haji telah selesai dilaksanakan. Dengan semangat “Ayo Kerja, Kami Pasti” Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

78de4cca-020a-4ddb-a073-12e0978bd0ad

jemaah calon haji Kota Banjarbaru & Kab. Barito Kuala

.

Unit Layanan Paspor (ULP) Barabai

Kalimantan Selatan yang terdiri dari 11 kabupaten dan 2 kota, saat ini memiliki 2 Kantor Imigrasi yaitu Kantor Imigrasi Banjarmasin dan Kantor Imigrasi Batulicin (dahulu Kotabaru). Selama ini semua masyarakat Kalimantan selatan yang mau mengurus permohonan paspor harus datang ke salah satu kantor tersebut. Permasalahannya adalah jarak dari 11 kabupaten dan 2 kota ini saling berjauhan satu sama lain. Seringkali pemohon paspor yang datang ke kantor imigrasi dan ada masalah dengan berkas permohonannya (seperti data tidak sesuai dan lain-lain) jadi merasa perjalanan yang sudah ditempuh sampai 5 jam menjadi sia-sia. Petugas pun tidak dapat berbuat apa-apa karena berkas permohonan yang belum sesuai dengan persyaratan tidak dapat dilanjutkan.

Tetapi semenjak 30 Desember 2015, Kantor Imigrasi Banjarmasin telah melakukan soft launching Unit Layanan Paspor (ULP) Barabai yang tujuan utamanya adalah untuk membantu masyarakat Kalimantan Selatan khususnya di Banua Anam (Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong) agar tidak perlu menempuh perjalanan yang terlalu lama. Lokasi yang dipilih adalah di Barabai dengan pertimbangan kota ini berada di tengah-tengah antara kabupaten lainnya. ULP Barabai ini terletak di jalan H.M Syarkawi dan cukup mudah untuk ditemukan.

Selain itu, ULP ini juga merupakan program quick win dari Menteri Hukum dan HAM RI, sebagai wujud dari “Ayo Kerja” nya Presiden RI, Joko Widodo. “Sesuai nawacita Presiden, dimana negara hadir mendekati masyarakat dengan memberikan layanan “PASTI” “Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovasi”

Hanya saja saat ini ULP Barabai baru bisa melayani permohonan paspor baru dan penggantian habis berlaku atau halaman penuh. Permohonan selain itu, yaitu yang membutuhkan proses pemeriksaan di seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian seperti paspor hilang atau rusak masih tetap harus datang ke Kantor Imigrasi di Landasan Ulin, Banjarbaru.

Untuk itu, kami berharap keberadaan ULP Barabai ini mampu menjawab sebagian permasalahan yang dikeluhkan masyarakat Kalimantan Selatan pada umumnya. Semoga kedepannya pelayanan imigrasi akan selalu semakin baik demi kinerja yang “PASTI”

Kami Ada Gasan Malayani Pian Sabarataan

12510346_10207903221479762_6997344473915959779_n