Pertanyaan yang sulit (dibaca) 

Sejak jadi anak kelas 1 SD,  edel semakin rajin belajar nulis dan baca.. Thanks to miss jejen & mr dodon.  Karena saya yakin ga mudah untuk pegang kelas rendah yang mana anak2nya masih masa transisi dari TK ke SD.  

Kemarin waktu saya pulang kantor, saya diajak main sekolah2an sama Edel dan ceritanya Edel jadi miss nya.  Saya dikasih kertas ini dan disuruh isi jawabannya semacam dia kalau lagi ulangan.  

Lupakanlah barisan yang masih turun naik,  huruf besar dan kecil yang masih nyampur dan bahkan kata-kata yang masih susah ditebak maksudnya (kaya yang pilihan jawaban b).

Owya,  saya juga seneng Edel kasih pertanyaan ini karena dia sangat care dengan bundanya dan ngerasa prihatin dengan keadaan jari bundanya yang ga sembuh2. Saya juga ngga ngerti kenapa, jari saya kadang sering kerasa gatel didalem dan kalau digaruk semakin gatel sampai akhirnya luka. Udah gitu luka bekas garuknya mengering dan jadi luka baru. Gitu aja terus berulang udah berbulan2. Udah ke dokter dan dikasih obat tapi belum ketemu juga solusi permanennya 😢 ada yang pernah ngalamin juga ga sih?  

Ps : setelah dikonfirmasi,  option yang b itu maksudnya = garuk-garuk sampai merah atau sampai berdarah 😂

Advertisements

Transformasi Akademi Imigrasi

Akademi Imigrasi yang biasa disingkat jadi AIM, adalah akademi kedinasan di bawah Kementerian Hukum dan HAM RI. AIM ini adalah tempat saya sekolah 12 tahun yang lalu (what!!!) ga berasa ya..udah tua aja brati sayanya 😦  dan gara-gara AIM ini jugalah saya akhirnya meninggalkan kota bandung tercinta dan mulai menginjakkan kaki sendirian di ibukota Jakarta.

Apa sih yang menarik dari AIM? Hmmm…. Kalau dulu saya ditanya, jujur saya juga ngga tau apa yang menarik karena pas saya daftar juga saya ngga tau apa itu AIM, gimana itu tinggal di asrama, apa aja yang bakal saya pelajarin, dan lain-lain… pengetahuan saya tentang ini NOL besar. Karena waktu itu saya daftar murni karena keinginan mama dan saya cuma ingin ngebuat mama seneng aja. Ya bayangin aja..saat itu saya lagi seneng-senengnya kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Jepang UPI. Udah semester 3 dengan nilai IP tiap semesternya ngga pernah dibawah 3,7 dan saat itu saya sebagai salah satu penerima beasiswa berupa uang tunai per bulan yang jumlahnya lumayan besar saat itu (ok,,,berhenti pamernya!!) haha… tapi demi memenuhi keinginan mama, saya rela bolos kuliah hampir di setiap mata kuliah Kanji- nya ibu Rena yang udah terkenal strict  nya masalah absen. Jadi kalau saya ngga lulus AIM, udah pasrah aja lah harus ngulang matkul ini di semester lain. Tapi qadarullah, saya lulus.. Alhamdulillah.

Status taruna AIM waktu dulu adalah CPNS, jadi selama masih taruna, kami dapat hak-hak sebagai CPNS. Setelah lulus dari AIM, kami berhak menyandang gelar Diploma dengan titel Amd.Im (Ahli Madya Imigrasi) dan sebutan Pejabat Imigrasi (PI). Alumni ini rata-rata langsug melanjutkan kuliah untuk dapat gelar sarjananya. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, dan setelah diberlakukannya Undang-Undang Keimigrasian yang baru Nomor 6 Tahun 2011 yang didalamnya juga mengatur tentang Pejabat Imigrasi, status AIM dirasa tidak relevan lagi. Saya sebagai alumni yang pernah merasakan juga sebagai Pembina AIM (tepat setelah lulus) bisa merasakan betul perjuangan untuk menjalankan suatu akademi. Untuk itu saya salut kepada semua jajaran yang ada di AIM baik Pembina, kaur, kasubag sampai ibu Direkturnya dan juga jajaran BPSDM yang telah berhasil meningkatkan status AIM menjadi Politeknik Keimigrasian (Poltekim) per tahun ini. Jadi sekarang ngga ada lagi AIM, yang ada adalah Poltekim. Alhamdulillah akhirnya bisa juga jadi Perguruan Tinggi Kedinasan ya 🙂 saya tau perjuangannya ngga mudah dan bahkan setau saya, hal ini berkali-kali dijadikan bahan untuk penulisan Karya Tulis Akhir (KTA) para taruna.

Belum lama ini juga sudah dilaksanakan proses penerimaan calon taruna untuk angkatan 19, yang menurut infonya Poltekim ini terbagi menjadi beberapa jurusan dengan masa pendidikan 4 tahun dan setelah lulus dari Poltekim, para taruna baru akan mendapatkan status CPNS nya. Kemungkinan lain yang saya dengar, angkatan baru ini ngga akan tinggal di asrama karena asrama yang ada bakal dirombak karena kapasitas yang ada kurang besar, CMIIW please.. Apapun itu, saya berharap semoga adik-adik di Poltekim dan juga teman-teman Diksuskim yang masih menjalani pendidikan dapat menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya sampai dengan selesai dan segera bergabung kedalam jajaran Imigrasi Indonesia.

Jika merasa lelah dalam menjalaninya, mari ingat kembali untuk apa dan untuk siapa kita memulainya..

Owya, kalau ada yang mau kepo tentang Poltekim ini, silahkan dibuka-buka webnya atau akun instagramnya yang adminnya saat ini aktif mengupdate berita.

IMGP4088

bersama teman seangkatan… teman saya yang ditengah ini sekarang tugasnya di KDEI Taipei, konon kabarnya masih mencari pasangan, High Quality Jomblo ni :p

 

Salam super!!!

dari alumni yang masih deg-degan terus tiap kali denger ada SK mutasi mau keluar >_<

 

Karena kami bukan Alice Cullen

Maraknya kasus TKI unprosedural belakangan ini, membuat saya jadi mengingat masa-masa waktu dulu saya masih di bagian wawancara. Sebetulnya masalah ini bukan masalah baru, karena dari dulu pun kita sudah aware dengan yang namanya TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) ataupun niat-niat tersembunyi dari para calon pencari kerja secara illegal.  Kalau di wilayah sini, rata-rata alasan yang dipakai adalah umrah karena animo masyarakat kalsel untuk umrah memang sangat tinggi. Apalagi untuk pergi haji, saat ini antriannya sudah puluhan tahun. Jadi masyarakat disini sudah sangat paham dengan yang namanya UMRAH TURIS.

Jangan bayangkan umrah turis itu seperti umrah plus plus model sekarang yang sekalian jalan-jalan ke turkey dll itu.. umrah turis itu artinya, mereka pergi umrah (dengan visa resmi) lalu kemudian mereka tidak pulang lagi ke tanah air seselesainya mereka umrah, tapi kemudian tinggal disana sambil menunggu musim haji (yang mana sebagian besarnya akan bekerja sambil menunggu itu). Memang sedikit sulit untuk menyalahkan para pelaku umrah turis ini karena bisa saja memang pengetahuannya yang kurang atau memang sudah tahu aturannya tapi tidak punya pilihan lain tanpa sadar pilihannya itu membuat nama negara ini sedikit tercoreng. Toh pada saat ada yang terkena masalah di luar negeri dan ternyata adalah illegal stay-er, yang repot juga pemerintah negara kita sendiri. Untungnya saat ini memang umrah turis tidak bisa dilakukan lagi. Tapi yang namanya orang berusaha, selalu mencari jalan.. tidak bisa disalahkan juga kalau banyak yang berkedok umrah, melanjutkan sekolah atau wisata padahal aslinya mau bekerja.

Sedikit ganjalan di hati saya, kenapa mereka mencoba jalan belakang? Apakah sangat susah untuk lewat “pintu depan”? dalam artian mengurus perizinan kerja secara resmi melalui BNP2TKI. Karena menurut hemat saya (yang memang malas berpikir rumit), kerja secara resmi kan juga menguntungkan untuk diri sendiri dan keluarga yang ditinggalkan (incase sesuatu terjadi di negara tujuan). Kalau memang sulit, mungkin ada kebijakan-kebijakan yang harus ditinjau ulang oleh instansi terkait. Tapi kalau sekiranya kebijakan yang ada sudah paling mudah, tinggal bagaimana kitanya saja menyikapinya.

Jadi mohon kerjasamanya juga untuk semua (yes.. I mean semua orang) yang kebetulan membaca ini ataupun mengenal orang yang memang mau bekerja ke luar negeri secara illegal (saya tau diluar sana banyak tawaran pekerjaan di bidang pekerjaan kasar yang menggiurkan), tolooong sekali orangnya diedukasi agar berpikir ulang mengenai baik buruknya. Dan juga efeknya terhadap kami para petugas imigrasi yang harus mempertimbangkan tentang kelayakan pemberian paspor terhadap yang bersangkutan dan juga mempertimbangkan keberangkatan seseorang di bandara.

Karenaaaa kami semua ini hanya petugas imigrasi,

yang jika sudah maksimal meminta bukti,

bahwa pemohon tidak akan secara illegal bekerja diluar negeri,

pada akhirnya hanya mengandalkan intuisi…

Kami bukanlah Alice Cullen dari serial Twilight yang bisa menerawang masa depan para pemohon paspor, yang bisa melihat nasib seseorang ini akan bagaimana jika kami berikan paspornya. Jadi, kalau teman-teman merasa masih didalam usia produktif bekerja dan akan membuat paspor, jangan  tersinggung dan mohon dimengerti kalau semisal diminta persyaratan tambahan seperti surat keterangan bekerja, surat jaminan, surat izin orang tua, surat sponsor atau data dukung lainnya yang bisa membuat kami yakin kalau teman-teman memang hanya akan pergi keluar negeri untuk berwisata (misalnya). Tolong bantu kami, kami pun akan membantu anda…

Kalau bersih, kenapa risih?

 

 

#eh

#udahlewatyapilkadanya

#yamaap

#justmytwocent

 

18033050_10212110443337679_3869249670817353807_n

Ke Gunung Bersama Anak, Why Not?

Setelah tidur yang ngga terlalu nyenyak, akhirnya jam 2 saya bangun dan siap-siap karena mas ujang janji mau jemput jam 3. Anak-anak ngga saya bangunin dulu tapi langsung saya pakein baju sambil mereka tetep tidur. Untuk Arjun saya pakein baju lengan panjang, dirangkap dengan baju kaos pendek (request bapaknya karena mau kembaran kostum barcelona) pake sweater dan dirangkap jaket plus kaos kaki. Untuk edel saya pakein baju lengan panjang dan jaket aja karena jaket dia udah cukup tebal.

Saatnya dijemput, pas keluar kamar langsung kerasa udara dingin yang kerasa ngegigit. Ngga lupa kita bawa juga bantal dan selimut ke dalem jeep. Pilihan tepat karena anak-anak bisa lanjut tiduran selama perjalanan ke pananjakan walaupun jalannya juga ajrut-ajrutan. Disini kita harus bayar Rp.27500/orang, kemarin kita disuruh bayar Rp.65.000 (mungkin Rp.10.000nya buat retribusi jalan desa?) Itu harga WNI ya..untuk WNA harganya berkali lipat. Setelah perjalanan sekitar 1 jam kurang, kami sampai di Pananjakan tapi kami masih harus jalan sedikit keatas karena lokasi parkir paling atas udah penuh. Tapi tenang aja, buat yang ga mau jalan disana juga ada ojek kok, tarifnya Rp.10.000. mendekati tangga naik ke view point, ada banyak deretan warung dimana kita bisa beli teh hangat, gorengan dan sebangsanya.

Disini edel mulai ngerasa kedinginan (mungkin karena celana panjang yang dipakai kurang tebal) sedangkan arjun aman di gendongan. Sampai diatas kita nyari spot untuk ngeliat sunrise tapi barisan depan udah penuh (saat itu jam 4.15an). Disini ada yang nyewain matras untuk duduk-duduk, karena saya perlu untuk edel jadi kita sewa Rp.10.000 lumayan si edel bisa tidur sambil selimutan setelah ngeluh kedinginan terus. Sementara arjun tidur dalam gendongan saya.

Jam 5.10an kalau saya ngga salah matahari mulai muncul. Yang paling ditunggu-tunggu dimana cahaya orange mulai menyebar, indah banget!!! Sayangnya saya ga bisa bebas gerak untuk ambil gambar karena arjun yang masih didalam gendongan. Sampai akhirnya matahari mulai keluar bulat penuh arjun baru bangun dan kita bisa mulai foto-foto (tapi terlambat karena cepet banget matahari naiknya dan bikin panas). Disini sempet ada adegan lucu dimana ada abang-abang jualan bunga edelweiss dan bilang “edelweiss…edelweiss” berharap ada yang beli. Sementara itu si edel kebingungan karena ngerasa namanya dipanggil-dipanggil. Sebaiknya sih kita ngga usah beli edelweiss ini karena gimanapun indahnya bunga, bakalan lebih indah kalau tetap hidup di habitatnya. Selama ada yang beli, pasti bakalan terus ada yang metik edelweiss ini. Kasian kan….

Kami turun dari pananjakan jam 7 dan udah mulai sepi, langsung menuju ke kawah bromo. Dari batas jeep kita harus jalan kaki atau naik kuda untuk bisa naik ke Gunung Bromo. Harga sewa kuda ini biasanya Rp.150.000 aja kalau kamu langsung sewa ke tukang kudanya. Tapi kalau dicariin sama supir jeep, harganya jadi Rp.175.000. ini harga untuk pulang pergi, jadi jangan khawatir ditinggal sama tukang kudanya. Sampai di kaki Gunung Bromo, ternyata sekarang tangganya udah hilang ketutup pasir pasca erupsi jadi harus hati-hati melangkah ya. Untuk yang bawa anak kecil kaya saya, lebih enak pake gendongan belakang karena beban akan lebih ringan dibanding gendongan samping biasa. Dan untuk edel yang badannya bongsor, kami dapat bantuan ojek gendong. Lumayanlah karena edel ngga sanggup kalau harus jalan sendiri. Rp.70.000 untuk pulang pergi naik turun tangga pasir. Beratnya 30 kilo tapi si abang bisa gendong sambil jalan cepat..luar biasa!!

Saat itu suara gemuruh dari kawah masih kencang dan hilang timbul. Untuk arjuna dan edel ini bikin suasana jadi menakutkan kayanya. Saya sendiri rada takut kalau dari kawah ini tiba-tiba keluar sesuatu gitu (mungkin ga sih?) hehe.. jadi diatas kita ngga lama-lama dan langsung turun.

Dari kawah kita masih punya 2 spot lagi yaitu pasir berbisik dan bukit teletubies. Tapi karena anak-anak udah keliatan cape akhirnya kita skip ke pasir berbisik dan langsung ke bukit teletubies atau sabana biasa orang bilang ya. Tapi kemarin kayanya ngga terlalu hijau dan kita cuma turun untuk foto-foto sebentar lalu langsung kembali ke hotel untuk sarapan dan siap-siap ngelanjutin perjalanan ke Nganjuk.

Perjalanan kali ini alhamdulillah bisa dibilang lancar dan menyenangkan untuk semua. Highlightsnya adalah waktu edel bilang “terima kasih ya bun udah ajak edel jalan-jalan”

Semoga ada rejeki dan kesempatannya lagi yaah kiddos untuk kita supaya bisa naik ke gunung lainnya 😀

 

 

[gunung] yang pertama!

Setelah nyaris gagal karena erupsi, alhamdulillah akhirnya kami bisa juga ke Gunung Bromo minggu lalu. Emang dari dulu saya udah pengen banget ngajakin anak-anak dan suami naik gunung supaya mereka bisa ngerasain dinginnya gunung, supaya bisa ngerasain indahnya liat bintang-bintang dan sunrise dari ketinggian. Iya..emang ini modus supaya kedepannya saya diizinin naik gunung lagi :p

Kami berangkat dari banjarmasin naik pesawat tujuan surabaya, dan dari bandara juanda udah disiapin mobil rental yang bakal kita pake 3 hari kedepan. Dari awal emang kami pengen nyetir sendiri supaya lebih bebas dan santai selama di jalan karena perjalanan dengan 2 anak kecil itu butuh perlakuan yang luar biasa supaya anak-anak bisa tetap tenang dan betah dijalan. Kami sengaja berhenti di rest area sidoarjo untuk makan siang sekalian nungguin jam tidur anak-anak maksudnya supaya mereka bisa tidur nyenyak di jalan dan mamaknya bisa tenang nyetir (iyee..saya udah lulus jadi supir pantura :p)

Dan buat ukuran saya yang selalu nyasar kalau pergi kemanapun, perjalanan dari surabaya ke bromo ini kebantu banget sama google maps! Tapi andaikan ngga ada pun, petunjuknya lumayan gampang kok, cuma ikutin aja petunjuk untuk ke arah Probolinggo dan nanti sebelum masuk ke kota Probolinggonya ada petunjuk arah untuk belok ke kanan, cukup besar plangnya dan ada tulisan Wisata Bromo dan Madakaripura. Dari situ tinggal ikutin jalan aja yang lumayan bikin mual si edel karena jalannya berkelok-kelok, buat yang ga kebiasa nyetir disini harus hati-hati karena sebelah luar jalannya itu langsung ke jurang jadi mendingan nyetir pelan tapi pasti aja 🙂

Setelah puluhan kilo perjalanan dari bawah, nanti mobil kita bakal diberhentiin di pos semacam pintu masuk kawasan TNBTS dan harus bayar Rp.5000/ orang dewasa dan Rp.5000 untuk retribusi jalan desa. Di pintu ini juga kami ditawarin mobil jeep yang bisa anter kita ke Pananjakan. Sebenarnya kita udah tanya di hotel dan katanya juga bisa nyiapin tapi harganya lebih mahal yaitu Rp.650.000 untuk 4 titik (pananjakan, kawah bromo, pasir berbisik dan sabana). Si mas ujang ini nawarin Rp.500.000 aja jadi kita deal sama dia.

Untuk hotelnya saya pilih Hotel Cemara Indah karena dari hotel ini kita bisa liat pemandangan gunung bromo, gunung batok, gunung semeru (kalau pas ngga berkabut) sambil duduk santai makan bakso atau sate. Ratenya untuk kamar deluxe Rp.750.000 cukup luas untuk 2 orang dewasa dan 2 anak kecil. Sementara air hangat (ini penting karena air disana kaya air es!), amenities dan perlengkapan lainnya sesuai standar hotel biasa lah. Crew hotel ramah dan helpful sigap banget nawarin perlengkapan penahan dingin yang bisa disewa di hotel. Selain hotel ini ada banyak kok pilihan untuk nginep disini tinggal kita pilih yang sesuai selera aja.

Di depan hotel tempat kita duduk-duduk setiap saat bakalan ada abang-abang yang jual kupluk, sarung tangan, syal, kaos kaki dan lainnya. Jadi kalau kita belum bawa perlengkapan kita bisa beli disini. Tapi kalau mau jalan kaki sedikit ke warung diluar hotel, kita bisa beli dengan harga setengahnya, contohnya suami saya beli kupluk di abang asongan itu Rp.35.000 dan waktu malemnya beli nasi goreng di warung luar hotel, barang yang sama harganya Rp.12.000 aja 😀

Malemnya sengaja anak-anak kita suruh tidur cepet karena mas ujang bakal jemput jam 3 pagi. Lumayan akhirnya anak-anak berhasil tidur jam 20.30an. Oh ya dan mungkin karena kebiasaan tiap malem tidur pake AC dan kipas angin yang full nyala ya, jadi edel dan arjun ga ada yang ngerasa kedinginan pas tidur. Boro-boro selimutan, tidurnya aja minta pake celana pendek..sementara mamaknya ngeringkuk dibalik selimut sambil kebangun-bangun kedinginan X_X

bersambung kesini

Kalau mau panen mangga, jangan tanam pete!

Saya walaupun suka dengan kegiatan alam atau kerja lapangan tapi saya juga ngga menolak kalau disuruh kerja dibelakang meja (sepanjang ada wifi) :p

Kalau di kantor-kantor pelayanan kan yang tugasnya di belakang meja udah pasti sibuk yah..nah dulu saya pernah kerja dibelakang meja tapi kerjanya ngga melulu musti ketemu orang di meja. Jadi saya sering ngabisin waktu internetan mulai dari yang penting banget sampai yang ngga penting banget. Malah dulu waktu tempat kerja saya belum punya website, saya buatin blognya karena saking banyaknya yang nelpon atau nanya-nanya tentang akademi tempat saya kerja, jadi saya sering buat tulisan tentang kegiatan disana.  Sekarang sih udah ada website kecenya dan saya baru keinget untuk deaktif blognya (soon setelah saya inget passwordnya). Saya juga sering blogwalking setelah masukin keyword tempat saya kerja, kadang banyak aja yang nanya tentang akademi imigrasi ditempat lain dan saat itu mereka belum tau musti nanya kemana, jadi sayapun bantu jawab di blog orang tersebut.

Dan setelah hampir 8 tahun berlalu, internet ngga melupakan sejarah loh.. mereka kekal abadi nyimpen informasi dan saya masih sering dapat pertanyaan-pertanyaan lewat email yang tentunya saya jawab sebisa saya dan langsung menyarankan mereka untuk menghubungi nomor xxxxxx untuk keterangan lebih lanjut karena saat ini saya sudah tidak tugas di akademi lagi.

Surprisingly 3 tahun lalu waktu sepupu dari suami lagi nyiapin berkas untuk pendaftaran ke akademi serupa yang sekarang udah jadi poltek, saya liat diantara tumpukan berkasnya ada contoh surat lamaran kerja yang kayanya kok familiar banget. Setelah saya teliti lagi, ternyata itu contoh surat yang pernah saya post 7 tahun lalu di blog. Ya emang sih biasa aja mustinya.. Cuma karena saya ngerasain sendiri impact-nya, jadi saya semakin melek bahwa apapun yang kita lakukan sekarang pasti akan berbalik lagi satu hari nanti entah kapan pastinya. Entah untuk kita sendiri atau untuk keluarga kita.

Jadi, hari gini masih mau zalim?

motivasi-dakwah-2-15-728

pic from here

 

 

Dikeluarin aja supaya puas…

Dari dulu saya punya kebiasaan untuk ngga nganggap sakit-sakit ringan sebagai sesuatu yang harus dibesar-besarin, mungkin karena saking seringnya saya flu, demam atau batuk. Malah dulu saya paling seneng kalau saya batuk karena kadang suara saya jadi serak-serak asik gitu ;p
Dan motto saya dulu adalah, biarin aja sakitnya nanti juga sembuh sendiri jadi saya ngga pernah pusing untuk minum obat supaya saya cepet sembuh. Keadaan ini bertahan cukup lama sampai tingkat 3 waktu pendidikan saya divonis dokter punya sinusitis akut. Waktu itu saya terpaksa ke dokter karena pada satu titik saya sangat terganggu karena ngga bisa napas sama sekali waktu malam yang akibatnya jadi ngga bisa tidur. Beberapa bulan setelah saya ke dokter, tiba-tiba hidung saya kembali normal dan saya bisa bernapas seperti biasa tanpa ada gangguan sama sekali kecuali setiap kali habis bersin-bersin. Fyi, saya emang serrriiiiing banget bersin apalagi kalau udah kena dingin dan kena debu.

Sampai…..

Sebulan yang lalu (setelah 6 tahun), tiba-tiba saya kembali ngga bisa napas dan saya pikir sinusitis saya kembali lagi! Nightmare banget karena di pertengahan tidur saya bisa tiba-tiba mimpi mati kehabisan napas karena kondisi realnya memang saya ngga bisa napas sampai akhirnya kebangun.

Mengingat umur yang udah ngga muda lagi, saya akhirnya melepaskan motto jadul saya yang selalu menganggap enteng penyakit dan pergilah saya ke dokter THT. Lalu,,,apa kata dokter?

Ada pembengkakan didalam hidung saya sodara2!!!

Jadi biang kerok penghambat napas saya selama ini adalah bukan karena cairan beku yang (saya pikir) bisa diencerkan, tapi karena ada pembengkakan itu. Dokter bilang ini akibat alergi yang dibiarkan bertahun-tahun dan bersin yang ketahan. DAANNNGGG!!!!!!!

Buat yang udah kenal sama saya bertahun-tahun pasti udah hapal banget gaya bersin saya yang kaya anak kucing ya kan??? Bahkan banyak teman yang kalau saya udah bersin malah seneng banget ngitungin jumlah bersinnya yang kadang bisa sampai 7-9 kali. Sungguh itu ngga dibuat-buat, murni karena kebiasaan aja sih dan karena saya punya alergi yang bikin intensitas bersin saya lebih sering dibanding orang lain, kebiasaan ini jelek untuk dilakukan. Inilah puncaknya…dan dokter saat ini hanya bisa kasih obat untuk ngurangin alergi aja dan kasih tips untuk sering-sering diuap hidungnya dan kasih bekal obat semprot yang bisa dipakai kalau saya udah mau nyerah 😀 Untuk bisa sembuh total sarannya adalah dengan jalan operasi (memotong pembengkakan itu) dan untuk mengurangi resiko mampet hidung saya juga harus menghindari tempat dingin dan makanan atau minuman dingin yang udah jelas memicu si alergi.

So… mulai saat ini jangan kaget yah kalau saya mulai belajar bersin, soalnya kata orang lebih puas kalau bisa dikeluarin 

Teman-teman ada yang punya tips jitu kah untuk ngobatin masalah kaya saya gini?

IMG_0954

mungkin ini yang namanya kekurangan vitamin G akut :p